Ayat-ayat Keutamaan Imam Ali Dalam Alquran Pernah kita bertanya pada diri kita sendiri siapakah Imam Ali (as) tersebut? Sebagian kelompok sangat mencintai beliau secara berlebihan sehingga mereka mengatakan bahwa Ali adalah Tuhan (Aliyullah), sebagian kelompok lain mereka sangat membenci beliau sehingga mereka mewajibkan untuk melaknatnya. Sebagian lagi hanya mengakui bahwa Imam Ali hanyalah sebagai khalifah yang ke empat setelah Usman, dan kita orang-orang syiah mengakui bahwa beliau adalah Imam dan pemimpin setelah Rasullulah (saw). Apakah yang ada dalam wujud beliau sehingga semua itu tejadi, dan pernahkah kita (orang syiah) meneliti tentang keutamaan beliau dalam Al-Quran. Telah diutarakan dalam Al-Quran bahwa ada 9 ayat dan 1 surah tentang keutamaan Imam Ali (as). Dan perinciannya sebagai berikut: 1.Ayat tabliq “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia”. (Al-maidah ayat 67) Kebanyakan orang-orang ahli sunnah mengatakan bahwa ayat ini mengutarakan tentang Ghadir Khum dan Imam Ali (as). Dan masalah telah diutarakan dalam tafsir Kabir Fahr Razi, Addurrul Mantsur Suyuti, dan tafsir Al-Mannar Syekh Muhammad Abduh. Dan hadist ini dinukil oleh 20000 orang dan 5000 periwayat. 2. Ayat Wilayah. ãbqãèÏ.ºuNèduro4qx.¨9$# bqè?÷sãurãno4qn=¢Á9$# tbqßJÉ)ã ª¼tûïÏ%©!$#( #qãZtB#uä tûïÏ%©!$#ur&è!qßuur!$# Nä3Ï9ur$uK¯RÎ) “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”.( Al maidah ayat 55) Ayat ini mennjelaskan tentang Imam Ali (as) dan masalah ini tercantum dalam banyak buku tafsir ahli sunnah seperti Kassyaf milik Zamakhsyari, tafsir Kabir milik Fahrur Razi, dan dalam buku tafsir Addarul Mansur milik Sayuti.Sebagian orang mengatakan bahwa sebenarnya ayat ini untuk satu kelompok bukan untuk satu orang berarti bukan untuk Imam Ali (as) (Yuqimun-Roqiun) tetapi anehnya mereka sendiri menjawab bahwa, contoh-contoh seperti ini banyak dalam Al-Quran yang isim dhomirnya jamak’(kata gantinya menunjukkan arti banyak) tetapi dikhususkan untuk satu orang seperti ayat mubahalah (Anfusana, wa Anfusakum). 3. Ayat Keluarga (Al-Qurba) “Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”. (Asy Syuura Ayat 23) Suyuti dalam tafsir Addurrul Mantsur mengenai ayat ini, beliau menukil dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah (saw) mengenai para imam bersabda: “Jagalah hakku mengenai keluargaku dan cintailah mereka” 4.Ayat Al-Mubahalah “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), Maka Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”. (Al Imran ayat 61) Para ulama ahli sunnah mengatakan bahwa maksud dari abna ana adalah untuk Imam Hasan (as) dan Imam Husein (as), dan nisa ana adalah untuk putri Rasul Fatimah Az-Zahra (sa) dan anfusana adalah Imam Ali (as). Dan di dalam ayat ini ditabirkan bahwa Imam Ali adalah jiwa Rasulullah. Dan tidak ada perbedaan anatara Imam Ali dan Rasulullah dari segi maknawi bukan dari segi syariat.[1]